Beruntun (Semua hanya karena-Nya)
Pagi ini kali keduanya aku nggak tidur lagi habis sahur. Pertama kalinya sih kemaren lusa, dan rasanya asik juga pagi2 habis shalat subuh langsung duduk di depan kompi_berasa orang penting yang dikejar deadline hihihi padahal mah fesbukan sama ngeblog
Gara-gara kemaren habis shalat subuh, maunya mo tidur satu jam ajah eh malah bablas sampe jam setengah 9 dunk-dunk-dunk paraaaah banget. Sering banget kejadian yang kayak gitu, maunya tidur bentar habis shalat subuh tapi jadi kebablasan sampe siang…malu aku malu pada mentari yang bersinar *lebay mode=on*
Dan tarraaaaa pagi ini aku berhasil mengatasi rasa kantukku habis sahur dan shalat subuh tadi…yiay!
Kali ini aku mo nulis tentang beberapa kejadian yang aku rasa bener-bener berurutan, kayak domino…
Alhamdulillah aku diberi kesempatan buat Read more »
Ikut MCB gak ya?
Beberapa waktu lalu, ada telpon…dari nomernya udah ketauan itu nomer Surabaya (secara ada 031-nya gitu). Waktu kuangkat, ternyata dari ESQ Surabaya. Ternyata mbak yang nelpon aku ini, tau nomer hapeku dari list daftar alumni yang dateng waktu ada training reguler angkatan-28 di hotel Gajah Mada seminggu sebelunya). Read more »
thiz iz!
“Ndah, aku mau ngomong sebentar sama kamu,” Mbak Santi menarik tanganku.
“Monggo-monggo…, ” jawabku sambil senyum-senyum *apa maksudnya coba! Hihi*
Sore itu aku bersama teman-teman Fokus UM sedang mengadakan rapat Laporan Pertanggungjawaban mengenai Training ESQ GeMas tahun Februari lalu. Setelah rapat ditutup, tiba-tiba saja Mbak Santi mengajakku berbicara berdua. Face to face…jRennnnk!
Jadi ATS lagi
Alhamdulillah tanggal 21-22 kemaren di Gedung Sasana Budaya UM, training ESQ Gemas UM berjalan cukup lancar. Nggak kurang dari 80 peserta dari ormawa UM ikut training yang dipandu Kak Andrian (trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) sama Kak Iman (sebagai asisten trainer).
Yap, selama dua hari itu aku berangkat ke kampus jam 5.15 pagi. Maklum karena nggak pernah bawa motor sendiri ke kampus, jadinya musti dianter sama my beloved Dad. Thank you for taking me, dad! pagi2 dingin2 naik sepeda motor sampe Gedung Sasana Budaya kampus tercinta…brrr.
Selama dua hari itu, aku jadi cewek pertama yang dateng di gedung Sasbud hehe. Ya, mo gimana lagi…temen2 panitia cewek baru dateng juga sepuluh menit setelah kedatangan diriku huehehe… Selama dua pagi itu, tiap kali aku nyampe Sasbud yang keliatan udah stand by di sana tak lain ada Mas Dedi, Adin, sama Mas irul. Udah pada sibuk bersih2 gedung, dsb.
Yap, ini kali kedua aku jadi ATS (Alumni Training Support). Belum banyak kontribusi yang bisa aku kasih buat berjuang di sini. Aku ngelakuin apa yang bisa aku lakuin. Insyaallah…aku akan terus berjuang di sini (hweee…)
Di training ini juga aku pertama kalinya megang mic sharing. Wah, bingung euy musti gimana. Mbak Naya ngasih cara2 en petunjuk gimana megang mic sharing buat peserta. Meski udah beberapa kali aku ditolak peserta yang nggak mau ambil mic sharing yang aku kasih, yah aku teuteup nggak boleh nyerah. Malah sempet juga aku kelamaan ngasih mic sharing itu ke salah satu peserta, jadinya doa-nya udah panjaaaang tapi mic-nya nggak aku lepasin dari dia. hehe….maavkan daku kawan. Trus sempet juga di sesi alpha asmaul husna, aku telat ambil mic sharing. Jadinya habis ngambil mic di depan sound, aku langsung lari ajah ke depan, ke peserta yang lagi berdoa pake mic sharing yang dipegang sama Kak Iman. Untungnya aku nggak kesandung coz gelap2an gitu kan. Hyaaaa…dudulnya diriku.
Selama dua hari itu juga aku pulang malem, sekitar jam delapan. Kerasa banget capeknya tapi juga kerasa banget senengnya berlipat-lipat. Kayaknya aku jadi ketagihan buat jadi ATS lagi hehe.
Pertama kali aku kenal sama training ESQ tuh kurang lebih setahun yang lalu. tapi pertama kali tau buku ESQ dah mulai dari SMA dulu trus sempet langsung punya niatan pengen ikutan training ESQ coz penasaran banget. Alhamdulillah…Allah ngasih ijin buat bisa ikut training tahun 2008 kemaren, di kampus sendiri dan uangnya? alhamdulillah ada rejeki yang bisa aku pake waktu itu.
Ketemu sama temen2 baru di Fokus UM sama Fosma Malang,,,wah_cenengnya dapet keluarga baru.
…to be continued! ^_^
Sedikit Berbagi…
yaps..tulisan ni dah aq buat en aq posting di blog-nya Fokus UM beberapa bulan lalu. yach…hanya secuplik tulisan sederhana saja ja ja…

ESQ training
Organisasi? Aku? Jangan harap bisa menemukanku aktif di sebuah organisasi atau berkecimpung di sebuah kegiatan yang memiliki sebuah komitmen kuat. Tak akan ada yang bisa menemukanku sibuk mengurusi acara, seminar, atau diklat di kampus karena aku memang tak pernah mau sibuk dengan itu semua. Kata lain, aku bukan tipe orang yang suka berorganisasi dan sama sekali tak berpengalaman di organisasi. Juga, aku tidak suka berada dalam lingkungan yang seolah menuntut dan ada jurang jauh yang membatasi jarak antara junior dan senior, kakak dan adik.
Setahun yang lalu saat menjadi mahasiswa baru dan mengikuti acara Kemah Bakti Mahasiswa (atau aku lebih mengenalnya dengan Kemah Bentak Mahasiswa hehe!), salah satu seniorku melotot ke arahku dan memarahiku karena aku tak pernah aktif di organisasi sekolah. Rasanya sakiiiiittt….kejam banget seniorku itu. Ikut organisasi atau tidak, toh itu kan urusanku, ngapain orang lain perlu ikut campur dengan apa yang aku lakukan. Aku sempat kesal dan aku sebal. Padahal waktu SMA juga aq masih sempet aktif di dua organisasi ihik…
Hingga aku mulai memutuskan untuk mencoba bergabung dalam dua hingga empat organisasi yang ada di kampus. Awalnya aku memang mengikuti diklat awal yang diadakan organisasi tersebut dan mencoba rutin mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada, tetapi seiring waktu berjalan aku tidak pernah aktif lagi di organisasi yang aku ikuti itu. Aku masih sering sibuk sendiri dengan kegiatan belajar di kampus dan masih dalam proses adaptasi dengan lingkungan kampus, meskipun salah satu alasan utamanya adalah karena aku malas hehe… Sampai-sampai karena aku merasa tak nyaman aku pun keluar dari salah satu keanggotaan di organisasi kampus (salah satu kebiasaan burukku: jika aku tak merasa nyaman pada suatu keadaan, aku akan menjauh dan meninggalkannya. Don’t try this at home!)
Selama beberapa bulan aku menjalani kehidupan di kampus seperti mahasiswa standar bin biasa-biasa saja, normal banget dah! Hingga pada suatu hari aku mengikuti seminar ESQ yang diadakan Kopma UM, meskipun sebelumnya aku sudah sempat mengikuti seminar ESQ yang diadakan oleh Asrama Mahasiswa UM, aku masih ingin mengetahui lebih banyak mengenai ESQ. Dalam hati aku sempat berkata, jika ada kesempatan untuk mengikuti training ESQ, aku ingin mencobanya.
Pada akhir seminar, aku pun mendaftar untuk mengikuti training ESQ. Memang sempat timbul sedikit keraguan dalam mengikuti training tersebut. Biaya yang bagiku cukup mahal itu sepertinya sayang jika hanya digunakan untuk mengikuti sebuah training yang berlangsung dua hari itu. Beberapa saat aku masih menimbang-nimbang apakah aku benar-benar akan mengikuti training itu, apa aku batalkan saja?
Akhirnya aku putuskan untuk mengikuti training itu. Alhamdulillah, Allah memberiku rejeki yang lebih. Dengan uang beasiswa yang ada, aku bisa menyisihkan untuk mengikuti training ESQ yang diadakan pertama kali di kampus (in-house). Dengan Bismillah, aku pun mantap untuk mengikuti training tersebut.
Dua hari menjalani training di Gedung Sasana Budaya seolah membangunkanku dari tidur panjangku. Aku seperti digugah kembali dan menyadari lebih dalam tentang penciptaan alam ini dan semua yang sering berkecamuk dalam pikiranku sendiri tentang Siapa aku? Untuk apa aku di dunia? Apa yang aku mau? Siapa sesungguhnya yang sebenarnya yang paling aku rindukan? Semua yang selama ini tak pernah aku sadari seolah menjadi penyemangat tersendiri. Memang benar bahwa hidayah itu harus dijemput.
Uang yang sempat aku keluarkan seolah tak ada artinya. Rezeki pasti sudah diatur oleh-Nya dengan sangat amat teliti dan adil sekali Usai menjalani training aku sadar bahwa training yang sebenarnya baru saja dimulai. Semangat yang ada, iman yang rasanya semakin menguat, dan semua yang seolah menjadi bangkit dan berkobar pasti akan mencapai suatu titik yang entah di mana akan jatuh lagi dan hampa, kosong. Di sinilah sangat dibutuhkan lingkungan yang mendukung dan tentu saja diperlukan teman-teman yang bisa saling mengingatkan saat kita lalai dan lupa akan siapa pencipta diri kita sebenarnya.
Aku pun mulai mengenal Fosma. Entah apa aku pantas menyebutnya sebagai sebuah organisasi karena aku merasa ini bukan organisasi tetapi sebuah keluarga baru. Aku sempat canggung saat melihat para pengurus dan anggota Fosma yang lain, aku merasa tidak ada apa-apanya dibanding mereka semua. Aku sempat berpikir ada atau tidak adanya diriku tidak akan berpengaruh apa-apa pada semuanya. Aku bukanlah siapa-siapa.
Dari Fosma, dibentuklah Fokus UM. Aku mulai mengenal teman-teman lain yang berbeda fakultas dan berbeda angkatan. Mengenal karakter-karakter unik dari setiap pribadi namun memiliki satu visi yang sama, menyebarkan nilai 165. Pada awalnya aku sempat berpikir, sepertinya aku akan melakukan tindakan yang sama pada organisasi yang pernah aku ikuti sebelumnya yaitu keluar secara perlahan dan menghilang dari muka bumi (halah…hehehe!) Namun, keadaan berbalik aku merasa semakin nyaman dengan teman-teman di Fosma Malang dan Fokus UM. Bagiku, mereka adalah teman-teman terbaik yang diberikan Allah untukku. Aku merasa tak canggung lagi saat mengikuti kajian rutin bersama teman-teman Fosma dan Fokus. Aku merasakan betapa Allah masih sayang padaku.
Bukan organisasi yang aku temukan di Fosma Malang dan Fokus UM, melainkan sebuah keluarga yang saling mendukung dan saling mengingatkan. Teman-teman yang ceria, penuh senyum, saling tabur sapa, mbak-mbak yang cantik, mas-mas yang ganteng, semua yang cakep-cakep ada di sekelilingku (hweee…peace!)
Aku tak memerlukan organisasi hanya karena ingin dicap sebagai aktivis yang kritis. Aku tak mau lagi sekedar ikut-ikutan bergabung dalam sebuah kelompok hanya karena ingin dikenal. Aku tak ingin pura-pura merasa nyaman dalam sebuah komunitas dan membohongi diri sendiri dan orang lain. Aku hanya ingin keluarga, saudara-saudara baru yang bisa terus mengingatkanku dan tak segan berbagi dalam suka dan duka (cieee…) Rupanya Allah pun mengabulkan permintaanku, aku telah menemukan potongan mozaik keluarga baru di Fosma Malang dan Fokus UM. Semoga rasa rindu kita hanya tercurah pada Allah SWT dan rasul-Nya. Amin! (n_daH).
-
Archives
- April 2011 (4)
- March 2011 (3)
- February 2011 (8)
- January 2011 (6)
- December 2010 (9)
- September 2010 (1)
- October 2009 (1)
- September 2009 (1)
- August 2009 (14)
- July 2009 (16)
- June 2009 (14)
- May 2009 (13)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS