:: The Anonymity ::

Fictional Stuff of My Non-fictional Life

ATTENDING FIM VII (part 1) Perjalanan Menuju Barat

Selasa (28April’09), uhm…hari ini sebenernya ada kuliah siang sampe sore, tapi karena aku harus pergi ke suatu tempat ya mau nggak mau harus ada yang dikorbankan. Aku pun bolos kuliah sore re re…

                Jam 11 siang aku udah balik ke rumah lagi, preparing for everything needed. Well, jam 3 sore ini musti berangkat ke Jakarta naik kereta Matarmaja dari stasiun Malang (ouch…akhirnya diriku pergi ke ibukota…hikz…jadi terharu hehe). Sekitar jam 1 siang aku udah langsung capcuz berangkat ke Stasiun Malang. Alhamdulillah, my beloved dad nganter sampe sana hoho…

                Dari Malang memang ada tiga makhluk (tsah!) buat ngehadirin Leadership ‘n Lifeskill Training held by Forum Indonesia Muda. Kali ini aku berangkat bareng Mbak Reni (dari Univ. Brawijaya), sedangkan Ika (yg juga dari Univ. Brawijaya) baru berangkat besoknya (hari Rabu) karena ada jadwal kuliah yang nggak bisa ditinggalin. Jam 2 siang aku udah stand by di Stasiun Malang, nunggu Mbak Reni…

                Jam setengah 3 sore, belum ada kabar dari Mbak Reni.

                Baru sepuluh menit kemudian…Mbak Reni pun telpon dan bilang masih ada di angkot…huff. Nunggu…hingga sepuluh menit sebelum keberangkatan kereta, Mbak Reni pun tiba…tarrraaaa!  Sore itu juga merupakan pertemuan pertama dengan Mbak Reni yang sebelumnya cuman komunikasi via sms ‘n telpon. Untunglah…nggak salah orang hehe.

                Jam 3 sore, disahkanlah perjalanan menuju barat naik kereta Matarmaja.

                Masih sempet kepikiran juga tentang kuliah, tugas2 yang masih pending, trus juga tentang rapat organisasi (haiayah…). Menit-menit awal duduk di dalam kereta, jadinya aku cuman sms-an sama temen2 kampus dan sedikit ngobrol2 juga sama Mbak Reni. Hmmm…perjalanan yang panjang.

                Sedikit cerita konyol, there was my first time taking a train hyahahaha. Biasanya sih cuman naik bis ato yang paling sering sih ya naik angkot. Lha gimana…tiap hari pulang-pergi kampus juga naik angkot. Kemana-mana naik angkot, yeah…hidup angkot!

                Perjalanan yang cukup panjang menuju Jakarta. Kehidupan di dalam kereta pun mulai terasa.

                “Aqua…aqua…aqua…!”

                “mizone…mizone dingin, pocari  dingin, aqua…aqua dingin!”

                “Yang makan yang makan, nasi telor, nasi ayam…”

                “Koran seribu-seribu…koran…koran!”

                “Kacang…kacang…seribuan!”

                “Kopi…kopi…teh…teh…hangat-hangat, jahe…jahe!”

                Huhehe…bukan maksud nyebutin merk sih tapi that was that. Emang seperti itu kenyataannya. Pedagang asongan hilir mudik tiada henti, nawarin apapun yang bisa mereka tawarin.

                Hari beranjak malam…gelap! Jreng…jreng…jreng…

                Pedagang asongan masih hilir mudik dari gerbong satu ke gerbong yang lain. Beberapa orang mulai menyalakan kreteknya, asap membumbung tinggi di dalam gerbong…huwaaaa banyak yang ngerokok. Uhuk…uhuk…bukannya sok-sok’an ato sombong sih, tapi aku paling nggak betah nyium bau rokok apalagi kalo yang ngerokok tuh langsung di depan mata. Haduh, aku jadi pusing tuing…tuing. Mo nafas aja dah zuzah, mata perih kena asap rokok, belum lagi nih kepala jadi tambah puyeng nyium bau rokok *sigh*

                Mbak Reni udah mulai terlelap. Aku? Wah, aku ni termasuk spesies yang paling susah tidur di dalam kendaraan. Mata udah ngantuk tapi mo tidur tetep ja nggak bisa. Jadinya mata merah pengen merem tapi nggak bisa, terpaksa cuman tidur ayam-ayaman. Repotnaaa…

                Ada seorang Bapak ya sebut saja Bapak Ini (coz nggak tau namanya juga sih hehe), beliau duduk di sebelahnya Mbak Reni. Sebelumnya aku sempet ndenger percakapan beliau dengan seorang penumpang yang duduk di sebelahku (yang duduk tepat di depan Bapak Ini). Well, yang diobrolin tentang lumpur lapindo. Hmmmph…aku sih nggak bisa nangkap semua pembicaraan mereka coz saat itu statusku masih agak2 sakau alias antara ada dan tiada. Pastinya itu obrolan yang cukup serius dan tentang hajat hidup orang banyak…

                Pedagang asongan masih berkeliaran di malam hari…

                “Kopi…kopi…rokok…rokok…, makan malam…”

                “Koran 500rupiah buat alas tidur!” (ini nih yang bikin aku geli, tadinya harga koran 1000rupiah, tapi semakin larut langsung ada banting harga jadi 500rupiah tapi bukan buat dibaca melainkan buat dipake alas tidur, canggih nggak tuh)

                Sekitar jam 2 dini hari, tiba-tiba saja terbentuk obrolan hangat antara Bapak Ini, Mbak Reni (yang udah bangun dari tidur hehe), sama Bapak Itu (nah lho? Hehe…nggak tau namanya sih jadi ya sebut saja demikian). Topik yang dibincangkan tentang pemerintah, nasib bangsa, dansebagnya. Wew, ngomongin juga tentang kekayaan alam di Indonesia, tambang, mineral, de el el. Trus juga tentang potensi bangsa ini yang sebenernya amat sangat perlu buat dioptimalkan bukan dieksploitasi. Malah Bapak Ini sempet bilang, “Dengan sepertiga hasil tambang Indonesia, kita bisa tuh beli negara Amerika,” Whew, hebat bener negeri ini. Bapak Ini juga sempet cuap-cuap tentang ketidakpuasannya mengenai pemerintahan di Indonesia. Banyak ketimpangan diantara rakyat, ada yang bener2 kaya punya harta milyaran tapi masih ada juga yang masih miskin bahkan buat mikirin makan hari ini pun masih serabutan. “Pemerintah kita ini kurang terbuka,” kata Bapak Ini.

                Mbak Reni pun talk show langsung mengenai perekonomian dsb. Wah, aku sih nggak paham banget tentang ekonomi coz ya bidangku bukan di ekonomi hehe. Bapak Ini semakin menggebu-gebu sambil berulang kali menghembuskan asap rokok (nih dia bikin aku jadi tambah bombay, yang sebelumnya udah ngantuk sampe mata berair eh kena asap rokok yasudlah sukses sudah ngantuk bombay, nangis-nangis dah). Bapak Ini bilang bahwa beliau menjabat sebagai general maintenance di perusahaannya, yeah…lulusan luar negeri (S3) dengan satu ijazah dan 12 sertifikat di bidang pertambangan (If I’m not mistaken). Perjalanan malam itu beliau mau menghadiri sebuah acara (entah apa) dengan jenderal2 (ato sapa gitu aku lupa hoho). Perbincangan selanjutnya aku udah nggak ter-connect, nih kesadaran udah mulai beyond the limit… (kayaknya waktu itu aku ketiduran tapi masih sempet denger obrolan2 orang yang ada di sekitarku…tanya kenapa?)

                Pagi pun datang…matahari bersinar nar nar…

                Aktivitas di dalam kereta semakin heboh. Pedagang asongan makin berkembang biak, banyaknyaaaa… Tumplek blek jadi satu. Belum lagi pengamen dari yang wanita tulen sampe wanita setengah tulen (baca: waria2 centil), pengemis juga ada, peminta sumbangan, trus juga pembersih kereta ato pun penyemprot pengharum di dalam kereta. Tujuan mereka cuman satu: u-wank.

                Aku yang makin kusut mulai ngumpulin kepingan-kepingan nyawa yang masih melayang-layang. Hoaahm…

                Yeah, perjalanan menyusuri sawah-sawah dan rumah-rumah di sekitar jalur rel kereta memang punya kesan tersendiri (halah!).  Entah udah berapa ratus kilometer perjalanan menjauh dari Kota Malang, yang pasti saat itu matahari masih terbit di ufuk timur (yaiayalaaah…)

                Hiruk pikuk dimulainya hari semakin terasa, para pencari nafkah mulai beraksi. Sempet iseng-iseng aku merhatiin logat para pedagang kacang.

                Masih di daerah Jawa Timur’an==”Kacang menthe, sewu’an…sewu’an…”

                Makin ke barat==”Kacang mede, saribu…saribu…”

                Huwah…nggak ada matinya nih orang-orang cari nafkah. Nggak ada capek-capeknya gitu.

                Jam 10 siang….nyampe juga di Pasar Senen. Alhamdulillah…

 

May 9, 2009 - Posted by | Be a Learner, FIM VII, Forum Indonesia Muda | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: