:: The Anonymity ::

Fictional Stuff of My Non-fictional Life

Hi Mood! (tulisan lama…)

17Nov2008/ 9:29PM

 HI MOOD!

            Duh, mumet aku! Kenapa sih punya mood yang berantakan kayak gini?

            Kadang aku bisa semangat ngelakuin semuanya dengan senang hati dan perasaan riang. Seolah semua hal yang aku lihat dan aku temui adalah hal-hal yang paling indah yang pernah kudapatkan. Mengerjakan segala sesuatu tanpa ada beban dan semuanya mengalir dengan tulus. Betapa indahnya semua yang bisa aku lakukan, ya hanya saja itu terjadi jika memang moodku lagi stabil dan lagi ramah-ramahnya.

            Namun, aku bisa mencapai sebuah titik yang menyeramkan. Saat semua yang aku lihat dan aku temui seolah selalu menantangku untuk berkelahi dan memancing amarah yang siap untuk boooom…! Meluluhlantakkan semua yang ada di dunia ini. Menghancurkan hingga sampai kepingan yang paling terkecil tanpa sisa. Menghabiskan seluruhnya, tak ada yang tersisa.

            Entah aku harus menyebut titik ini dengan sebutan apa. Satu hal yang aku tahu bahwa titik ini benar-benar berbahaya. Semua yang aku lakukan seolah hanya terlihat sebagai beban berton-ton yang menumpuk di pundakku, begitu berat dan isi kepalaku seolah akan termuntahkan. Setiap kali aku melangkah yang aku lihat hanyalah bayanganku yang kelam dan keberadaanku di muka bumi just nobody! Apa yang aku lakukan menjadi tak berguna dan sia-sia, semuanya useless. Kesal, marah, bete, pikiran menegang, mata meradang, dan pengen nyebur aja ke kolam kayak berang-berang yang lagi perang pakai pedang sambil melayang terbang ke awang-awang (wah, jadi tambah ngawur aja nih). Huwaaa…aku hanya ingin berteriak!

            Kenapa manusia dianugerahi mood? Yang dalam Bahasa Inggris diartikan sebagai the way you feel at a particular time. Kadang merasa bahagia, kadang merasa sedih, dan kadang tidak mengenali perasaan kita sendiri. Membingungkan! Dan aku adalah orang yang paling mudah terjangkit virus moody. Hikz…hikz…!

            Kalau lagi good mood sih semua yang terlihat akan bercahaya, cling…cling…dan ngelakuin semuanya jadi enteng tanpa beban dan bawaannya pengen senyum terus. Pergi ke sekolah/kampus jadi ringan. Ikut aktivitas di kelas juga adem ayem. Ngerjain tugas dengan penuh semangat. Ketemu temen-temen jadi asik. Semua yang terjadi seolah adalah anugerah terindah yang pernah didapatkan. Tapi kalau lagi bad mood, wah bisa berimbas dan berakibat fatal bagi siapa pun yang mencoba untuk mendekat. Bisa ngamuk nggak ketulungan wes! Apa-apa jadi bawel dan cerewet sendiri. Apa-apa maunya serba perfect. Nggak ada yang boleh ngebantah omongan si boss, nggak ada yang boleh nyela kalau aku lagi ngomong. Pokoke ancur!

            Aku ngerasa tersiksa sendiri kalau sedang dilanda rasa yang tak menentu ini. Kayak roller coaster, naiiik…lalu aaaargghhh…jlep langsung turun. Entah apakah aku benar-benar menyadarinya atau tidak kalau aku sangat labil dalam menjalani hari-hari di kehidupanku ini. Feeling lonely isn’t good, I catch that words well!

            Memang nggak baik juga kalau ngelakuin semuanya tergantung dengan mood. Semua yang dilakuin akan bergantung pada mood saat itu. Ngelakuin hal-hal positif jadi tertunda hanya karena pura-pura bikin alasan lagi nggak mood. Pengennya ngerjain tugas yang bisa selesai tak kurang dari sejam, tapi gara-gara Miss Mood tadi bisa jadi tugas itu nggak kelar-kelar sampe seminggu. Ujung-ujungnya nyesel sendiri dan nyalahin diri sendiri yang nggak bisa ngegunain waktu dengan tepat. Nah, lagi-lagi nyalahin diri sendiri yang tertabrak sama bad mood tadi itu.

            Sepertinya moodku ini perlu di’disiplin’kan. Bukan mood yang mengontrol diriku, melainkan diriku lah yang harus mengontrolnya. Tinggal siapa mengendalikan siapa, itu saja. Kalau aku selalu bergantung dengan mood yang lagi nggak jelas bisa-bisa semua yang aku lakuin jadi setengah-setengah. Ngejalanin hidup jadi nggak asik lagi, jadi nggak seru lagi. Yach, memang ada saatnya ngerasa kesel pengen marah-marah, wajar sih hanya saja mungkin bisa dikontrol pada tempatnya dan “dilampiaskan” dengan hal-hal yang lebih positif. Menyenangkan orang lain mungkin bisa menjadi salah satu alternatif mengembalikan bad feeling  menjadi happy feeling. Masih banyak cara-cara lain yang lebih ampuh untuk bisa menyetabilkan mood itu. Tinggal bagaimana diri ini yang mengambil alih, sounds easy, isn’t it?

May 22, 2009 - Posted by | Bete dot com, Haiyaaa

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: